Riset Sosial Politik

Pemilihan umum daerah, legislatif dan presiden adalah suatu hal yang penting dalam kehidupan kenegaraan khususnya pada sebuah Negara yang menganut paham demokrasi. Hal itu dikarenakan pilkada, pileg dan pilpres merupakan cerminan dari kehendak rakyat dan mengintegrasikan warga Negara ke dalam proses politik serta melegitimasi dan mengontrol kekuasaan pemerintahan. Dalam sistem pemerintahan demokrasi, pemilihan dianggap sebagai penghubung antara prinsip kedaulatan rakyat dan praktek pemerintahan oleh sejumlah elit politik. Pemilihan merupakan sebuah mekanisme politik untuk mengartikulasi aspirasi dan kepentingan warga Negara dalam proses memilih sebagian rakyat menjadi pemimpin pemerintahan.

Pemilihan adalah ajang kegiatan penyaluran aspirasi politik masyarakat untuk memilih pemimpin di wilayahnya yang memiliki integritas pribadi yang baik dan jujur, sehingga pemerintahan dapat berjalan secara demokratis. Seseorang yang berminat atau ingin menjadi kepala daerah/anggota legislative/presiden mencari dukungan dari salah satu atau beberapa basis partai maupun pihak lain. Gunanya untuk mendapatkan rekomendasi sebagai syarat untuk mendaftarkan diri kepada khususnya pengurus partai guna dicatat sebagai salah satu bakal calon (Balon). Sesudah itu, masing-masing harus mencari dukungan yang lebih luas agar mendapat suara mayoritas dalam pemilihan calon. Tentu saja setiap pasangan dapat memperoleh dukungan lewat berbagai cara seperti bujukan, persetujuan ataupun manipulasi.

Sistem pemilihan kepala daerah secara langsung (Pilkada), Pileg dan Pilpres sebagai wujud pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Hal ini memberikan kebebasan sepenuhnya bagi masyarakat sebagai pemilih untuk menentukan siapa kandidat Kepala Daerah, Legislatif atau Presiden yang akan mereka pilih. Sehingga pada kegiatan Pilkada, Pileg dan Pilpres, kekuatan terdapat pada masyarakat yang mempunyai hak pilih di wilayah pemilihan. Walaupun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa perilaku masyarakat dalam memilih dapat dipelajari bahkan diarahkan melalui strategi yang diberikan. Pada dasarnya strategi tersebut berupa penyesuaian pemenuhan harapan masyarakat dengan rencana kinerja yang akan diberikan di wilayah pemilihan. Jika sudah terdapat keseimbangan antara harapan dengan rencana kinerja, maka sangat memungkinkan masyarakat memilihnya tentu juga karna dikenal dan disukai. Pertanyaannya, lalu bagaimana mewujudkan hal itu semua?.

Pemetaan setiap kandidat di suatu wilayah ditentukan dan tergantung oleh popularitas (tingkat pengenalan), akseptabilitas (tingkat kesukaan) dan elektabilitas (kemungkinan dipilih) yang bersangkutan di masyarakat pemilihnya. Apakah kandidat populer di suatu wilayah, lalu apakah disukai dan akhirnya mungkinkah kandidat tersebut dipilihnya?. Informasi ini hal utama yang akan diketahui berdasarkan hasil survey, maka tingkat popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas para kandidat harus diukur dengan suatu metode ilmiah yang akurat melalui kegiatan survei bagi para kandidat. Hasil survei dapat menjadi masukan penting untuk melihat secara riil kekuatan dan kelemahan kandidat sekaligus untuk menghadapi masa kampanye yang akan dilakukan. Hasil survei juga membimbing kandidat dan tim sukses tentang apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan peluang terpilih dalam Pilkada nantinya.

1.                 Metodologi Sampling Dan Survei

Survei adalah kegiatan penelitian yang dilakukan melalui metode ilmiah dengan cara mengumpulkan data dilapangan, dianalisis sehingga kemudian merepresentasikan suatu informasi yang bermanfaat bagi kandidat. Kegiatan survei yang ditawarkan ada 2 jenis, yaitu survei opini public, yang dilakukan sebelum pilkada dan survey pemilihan (quick count), yang dilakukan pada saat pilkada.

Dalam kegiatan survei, sample menggunakan prinsip probabilitas dalam penarikan sampelnya. Teknik dalam pengambilan sampel, menggunakan multistage random sampling. Dengan teknik tersebut dimungkinkan setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih atau tidak dipilih menjadi responden, sehingga pengukuran pendapat dapat dilakukan dengan hanya melibatkan sedikit responden namun dapat dipercaya mampu merepresentasikan populasinya. Dengan kata lain, meski tanpa melibatkan semua anggota populasi, hasil survei dapat digeneralisasikan sebagai parameter populasi.

Lebih jelasnya missal kegiatan survei untuk tingkat nasional, dalam pengambilan sampel untuk survei dengan menggunakan teknik multistage random sampling, fase pertama yang akan dilakukan adalah populasi Indonesia distrata atas dasar populasi di masing-masing provinsi di seluruh Indonesia sehingga diperoleh sampel dalam jumlah proporsional di masing-masing propinsi. Semua propinsi di Indonesia akan terjaring dalam survei ini. Strata kedua adalah pembagian atas dasar wilayah tinggal : pedesaan atau kota, yang proporsinya antara 40% (kota) berbanding 60% (Desa). Di samping itu, strata juga dilakukan atas dasar proporsi populasi menurut perbedaan gender: 50% laki-laki, dan 50% perempuan.

Fase kedua adalah menetapkan desa/kelurahan atau yang setara sebagai primary sampling unit (PSU), dan karena itu random sistematik dilakukan tehadap desa/kelurahan di masing-masing propinsi sesuai dengan proporsi populasi. Di masing-masing desa/kelurahan terpilih kemudian didaftar nama-nama Rukun Tetangga (RT) atau yang setara, dan kemudian dipilih sebanyak 5 RT secara random. Di masing-masing RT terpilih kemudian didaftar nama kepala keluarga pada Kartu Keluarga (KK), dan kemudian dipilih 2 keluarga secara random. Di 2 keluarga terpilih, didaftar anggota keluarga yang laki-laki dan perempuan yang berumur antara 17-60 tahun atau sudah menikah dan mempunyai hak pilih. Bila dalam keluarga pertama yang terpilih menjadi responden adalah perempuan, maka pada keluarga yang kedua di RT yang sama harus laki-laki yang didaftar.

Salam,Asep Saepudin,S.Si MM

087876728952

asep_irc@yahoo.com

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: