Archive | August 2013

PELATIHAN STATISTIK UNTUK PENELITIAN AKHIR

Setelah mahasiswa/i selesai melaksanakan kuliahnya, sebagai pelengkap kesempurnaan studi, pihak kampus mewajibkan setiap mahasiswa yang telah memenuhi syarat mata kuliah untuk membuat suatu penelitian yang dinamakan skripsi untuk kalangan S1/Sederajat, tesis untuk kalangan S2 dan disertasi untuk kalangan S3. Hal ini yang menentukan syarat kelulusan mahasiswa/i di kampus, selain itu kualitas penelitian menjadi penentu pemahaman global konsep berfikir mahasiswa setelah lulus.

Untuk melakukan penelitian, banyak kendala yang biasa dihadapi mayoritas mahasiswa/i di kampus. Bisa keterbatasan ide, keterbatasan data untuk bahan, sumber teori dan teknik mengolah data. Dari sekian alasan yang menjadi penghambat mahasiswa/i dalam melakukan penelitian, penghambat yang paling besar adalah metode analisa data dan cara melakukan analisa data sehingga kesulitan yang dihadapi mahasiswa/i dapat membuat waktu penelitian menjadi lama dan semakin sulit.

Program training ini, untuk menawarkan kepada para mahasiswa/i belajar bagaimana metode analisa data untuk penelitian yang benar, selain itu sebelum melakukan analisa data, diajarkan pula teknik survey yang benar mulai dari desain objek penelitian, desain sample, desain alat kuisioner dan sampai pada teknik analisa datanya. Keuntungan bagi para mahasiswa/i nantinya adalah konsep berfikir untuk desain penelitian semakin terbuka dan tajam, mahasiswa/i dapat sejak dini mempersiapkan kerangka yang lebih tepat dan mudah untuk penelitian kelak dan para mahasiswa/i dapat melakukan analisa data sendiri sehingga semakin kritis dan analitis.

 

 

 

Tujuan

Pelatihan ini dimaksudkan untuk mengenalkan metode analisa data menggunakan program software statistic (SPSS) untuk para mahasiswa/i. Pelatihan juga dimaksudkan agar para mahasiswa/i bisa mempraktekkan program tersebut secara langsung untuk mengolah data untuk kepentingan penelitian skripsi/tesis/disertasi. Secara spesifik, pelatihan ini ditujukan agar para mahasiswa/i mengetahui dan bisa :

  1. Melakukan desain penelitian mulai tahap awal sampai akhir
  2. Memahami arti penting sample dan populasi serta teknik pengambilan sample yang benar
  3. Membuat alat penelitian berupa kuisioner
  4. Mengenal SPSS dan menu-menu dalam SPSS (Untuk pemula).
  5. Mampu menginput data ke dalam program SPSS (Untuk pemula).
  6. Mampu mendesain kerangka model penelitian, menentukan variable penelitian, desain sample dan kuisioner untuk bahan penelitian
  7. Mampu melakukan analisa data dengan menggunakan program SPSS.
  • Analisis Deskriptif (Tabel, Tabulasi, Grafik, Explorasi Dll)
  • Analisis ChiSquare
  • Analisis Korelasi

Peserta dan Peralatan yang Dibutuhkan

Peserta dari pelatihan ini adalah mahasiswa (S1/S2/S3) dan bisa juga umum, agar pelatihan maksimal, peserta pelatihan dibatasi maksimal 10 orang. Setiap peserta wajib membawa laptop. Setiap laptop juga wajib terinstall dengan program SPSS (dapat diberikan dari instruktur). Ini supaya setiap peserta nanti bisa langsung praktek.

 

 

 

 

Materi dan Sesi

Pelatihan ini dilakukan selama 2 kali, dimana untuk setiap harinya akan berlangsung 2 sesi. Untuk setiap sesi, alokasi waktu sekitar 2,5 jam. Setiap sesi akan terdiri atas teori dan praktek.

Profil Instruktur

Nama                                 :     ASEP SAEPUDIN, S.Si MM

Tempat, Tanggal Lahir      :     Kuningan, 26 Juni 1981

Spesialisasi                         :     Statisticiant

e-mail                                 :     asep_irc@yahoo.com

Alamat Rumah                  :     Bogor

                                                HP :  087876728952 , PIN BB : 21E4D31B

Pendidikan Terakhir         :    S1-Statistik Dan Magister Managemen Pemasaran

Pengalaman Kerja            :    Berpengalaman di Bidang riset pemasaran lebih dari 3 tahun 

 

Hubungi

Asep Saepudin, S.Si MM

0878 767 28952

Riset Sosial Politik

Pemilihan umum daerah, legislatif dan presiden adalah suatu hal yang penting dalam kehidupan kenegaraan khususnya pada sebuah Negara yang menganut paham demokrasi. Hal itu dikarenakan pilkada, pileg dan pilpres merupakan cerminan dari kehendak rakyat dan mengintegrasikan warga Negara ke dalam proses politik serta melegitimasi dan mengontrol kekuasaan pemerintahan. Dalam sistem pemerintahan demokrasi, pemilihan dianggap sebagai penghubung antara prinsip kedaulatan rakyat dan praktek pemerintahan oleh sejumlah elit politik. Pemilihan merupakan sebuah mekanisme politik untuk mengartikulasi aspirasi dan kepentingan warga Negara dalam proses memilih sebagian rakyat menjadi pemimpin pemerintahan.

Pemilihan adalah ajang kegiatan penyaluran aspirasi politik masyarakat untuk memilih pemimpin di wilayahnya yang memiliki integritas pribadi yang baik dan jujur, sehingga pemerintahan dapat berjalan secara demokratis. Seseorang yang berminat atau ingin menjadi kepala daerah/anggota legislative/presiden mencari dukungan dari salah satu atau beberapa basis partai maupun pihak lain. Gunanya untuk mendapatkan rekomendasi sebagai syarat untuk mendaftarkan diri kepada khususnya pengurus partai guna dicatat sebagai salah satu bakal calon (Balon). Sesudah itu, masing-masing harus mencari dukungan yang lebih luas agar mendapat suara mayoritas dalam pemilihan calon. Tentu saja setiap pasangan dapat memperoleh dukungan lewat berbagai cara seperti bujukan, persetujuan ataupun manipulasi.

Sistem pemilihan kepala daerah secara langsung (Pilkada), Pileg dan Pilpres sebagai wujud pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Hal ini memberikan kebebasan sepenuhnya bagi masyarakat sebagai pemilih untuk menentukan siapa kandidat Kepala Daerah, Legislatif atau Presiden yang akan mereka pilih. Sehingga pada kegiatan Pilkada, Pileg dan Pilpres, kekuatan terdapat pada masyarakat yang mempunyai hak pilih di wilayah pemilihan. Walaupun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa perilaku masyarakat dalam memilih dapat dipelajari bahkan diarahkan melalui strategi yang diberikan. Pada dasarnya strategi tersebut berupa penyesuaian pemenuhan harapan masyarakat dengan rencana kinerja yang akan diberikan di wilayah pemilihan. Jika sudah terdapat keseimbangan antara harapan dengan rencana kinerja, maka sangat memungkinkan masyarakat memilihnya tentu juga karna dikenal dan disukai. Pertanyaannya, lalu bagaimana mewujudkan hal itu semua?.

Pemetaan setiap kandidat di suatu wilayah ditentukan dan tergantung oleh popularitas (tingkat pengenalan), akseptabilitas (tingkat kesukaan) dan elektabilitas (kemungkinan dipilih) yang bersangkutan di masyarakat pemilihnya. Apakah kandidat populer di suatu wilayah, lalu apakah disukai dan akhirnya mungkinkah kandidat tersebut dipilihnya?. Informasi ini hal utama yang akan diketahui berdasarkan hasil survey, maka tingkat popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas para kandidat harus diukur dengan suatu metode ilmiah yang akurat melalui kegiatan survei bagi para kandidat. Hasil survei dapat menjadi masukan penting untuk melihat secara riil kekuatan dan kelemahan kandidat sekaligus untuk menghadapi masa kampanye yang akan dilakukan. Hasil survei juga membimbing kandidat dan tim sukses tentang apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan peluang terpilih dalam Pilkada nantinya.

1.                 Metodologi Sampling Dan Survei

Survei adalah kegiatan penelitian yang dilakukan melalui metode ilmiah dengan cara mengumpulkan data dilapangan, dianalisis sehingga kemudian merepresentasikan suatu informasi yang bermanfaat bagi kandidat. Kegiatan survei yang ditawarkan ada 2 jenis, yaitu survei opini public, yang dilakukan sebelum pilkada dan survey pemilihan (quick count), yang dilakukan pada saat pilkada.

Dalam kegiatan survei, sample menggunakan prinsip probabilitas dalam penarikan sampelnya. Teknik dalam pengambilan sampel, menggunakan multistage random sampling. Dengan teknik tersebut dimungkinkan setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih atau tidak dipilih menjadi responden, sehingga pengukuran pendapat dapat dilakukan dengan hanya melibatkan sedikit responden namun dapat dipercaya mampu merepresentasikan populasinya. Dengan kata lain, meski tanpa melibatkan semua anggota populasi, hasil survei dapat digeneralisasikan sebagai parameter populasi.

Lebih jelasnya missal kegiatan survei untuk tingkat nasional, dalam pengambilan sampel untuk survei dengan menggunakan teknik multistage random sampling, fase pertama yang akan dilakukan adalah populasi Indonesia distrata atas dasar populasi di masing-masing provinsi di seluruh Indonesia sehingga diperoleh sampel dalam jumlah proporsional di masing-masing propinsi. Semua propinsi di Indonesia akan terjaring dalam survei ini. Strata kedua adalah pembagian atas dasar wilayah tinggal : pedesaan atau kota, yang proporsinya antara 40% (kota) berbanding 60% (Desa). Di samping itu, strata juga dilakukan atas dasar proporsi populasi menurut perbedaan gender: 50% laki-laki, dan 50% perempuan.

Fase kedua adalah menetapkan desa/kelurahan atau yang setara sebagai primary sampling unit (PSU), dan karena itu random sistematik dilakukan tehadap desa/kelurahan di masing-masing propinsi sesuai dengan proporsi populasi. Di masing-masing desa/kelurahan terpilih kemudian didaftar nama-nama Rukun Tetangga (RT) atau yang setara, dan kemudian dipilih sebanyak 5 RT secara random. Di masing-masing RT terpilih kemudian didaftar nama kepala keluarga pada Kartu Keluarga (KK), dan kemudian dipilih 2 keluarga secara random. Di 2 keluarga terpilih, didaftar anggota keluarga yang laki-laki dan perempuan yang berumur antara 17-60 tahun atau sudah menikah dan mempunyai hak pilih. Bila dalam keluarga pertama yang terpilih menjadi responden adalah perempuan, maka pada keluarga yang kedua di RT yang sama harus laki-laki yang didaftar.

Salam,Asep Saepudin,S.Si MM

087876728952

asep_irc@yahoo.com